Kultur Sekolah
Nama: Desi Mulia
Nim: 12001317
Kelas: 4H
Prodi: PAI
Makul: Magang 1
KULTUR SEKOLAH
Bismillahirrahmanirrahim... Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh.... pada kali ini saya akan membahas tentang
Apa itu kultur sekolah? Nah sebelum itu kita ketahui dulu makna dan pengertian dari kultur. Kultur dapat diartikan sebagai Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi, diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Bentuk lain dari kata budaya adalah kultur yang berasal dari bahasa Latin yaitu cultura. Kultur atau (budaya) merupakan inti utama dari kultur terdiri dari ide tradisional Turun temurun. Kultur atau budaya, adalah suatu ciri khas yang dapat membedakan suatu masyarakat, waktu tertentu atau kelompok sosial. Istilah kultur, sebagaimana telah berkembang dalam masyarakat. Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak. Oleh karena itu, suatu kultur sudah tertanam dalam diri manusia dan akan diwariskan oleh suatu generasi kepada generasi berikutnya.
Dapat disimpulkan, kebudayaan atau kultur adalah sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Suatu kebudayaan juga merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak, termasuk juga berbagai karya yang dibuat oleh manusia. Dengan demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama. Begitu pula dengan kebudayaan atau kultur dalam sekolah.
Sedangkan sekolah merupakan lembaga utama yang mana fungsinya untuk memperlancar proses transmisi kultural antar generasi tersebut. Begitu pula dengan kebudayaan atau kultur dalam sekolah. Setiap sekolah memiliki budaya sekolah yang berbeda dan mempunyai pengalaman yang tidak sama dalam membangun budaya sekolah. Perbedaan pengalaman inilah yang menggambarkan adanya “keunikan” dalam dinamika budaya sekolah. Sekolah merupakan sistem sosial yang mempunyai organisasi yang unik dan pola relasi sosial di antara para anggotanya yang bersifat unik pula. Hal itu disebut kebudayaan sekolah. Jadi kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas internal-latar, lingkungan, suasana, rasa, sifat yang dapat dirasakan oleh seluruh orang. Kultur sekolah merupakan kultur organisasi dalam konteks persekolahan, sehingga kultur sekolah kurang lebih sama dengan kultur organisasi pendidikan. Kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas kehidupan sebuah sekolah yang tumbuh dan berkembang berdasarkan spirit dan nilai-nilai sebuah sekolah. Biasanya kultur sekolah ditampilkan dalam bentuk bagaimana kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya bekerja, belajar dan berhubungan satu sama lainnya sehingga menjadi tradisi sekolah. Budaya sekolah dipandang sebagai eksistensi suatu sekolah yang terbentuk dari hasil mempengaruhi antara tiga faktor, yaitu sikap dan kepercayaan, norma-norma, dan hubungan antara individu sekolah. Bagi sekolah dalam membangun disiplin di sekolah sampai saat ini masih menjadi masalah yang paling utama. Kesulitan sekolah untuk membangun budaya disiplin menjadi program pokok yang terus menerus diupayakan oleh sekolah. Keberhasilan pengembangan kultur sekolah dapat dilihat dari tanda-tanda atau indikator sesuai fokus yang dikembangkan. Kultur sekolah bersifat dinamis. Namun yang jelas dinamika kultur sekolah dapat saja menghadirkan konflik dan jika ini ditangani dengan bijak dan sehat dapat membawa perubahan positif.
Kultur yang bersifat positif adalah kultur yang pro atau (mendukung) peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai contoh kerja sama dalam mencapai prestasi, penghargaan terhadap yang berprestasi, komitmen terhadap belajar, saling percaya antar warga sekolah, menjaga sportivitas dan sebagainya. Kultur yang bersifat negatif adalah kultur yang kontra atau (menghambat) peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai contoh banyak jam pelajaran yang kosong, siswa takut berbuat salah, siswa takut bertanya atau mengemukakan pendapat, warga sekolah saling menjatuhkan, persaingan yang tidak sehat di antara para siswa, perkelahian antar siswa atau antar sekolah, penggunaan minuman keras dan obat-obat terlarang, pornografi dan masih banyak lainnya. Sedangkan kultur yang bersifat netral adalah kultur yang tidak mendukung maupun menghambat peningkatan kualitas pendidikan.
Di dalam kultur sekolah keyakinan-keyakinan dan nilai nilai itu merupakan ciri utama di suatu sekolah. Sebagian berupa norma-norma perilaku yang diinginkan sekolah seperti ungkapan rajin pangkal pandai, air beriak tanda tak dalam, dan berbagai penggambaran nilai dan keyakinan lainnya. Nah selain itu Para pemimpin di dunia pendidikan seperti yang kita bahas ini mengenai sekolah maka peran kepala sekolah di sini merupakan tujuan utama untuk pembentukan dalam memimpin berkembangnya kultur sekolah dan juga ia harus lebih terlibat dalam upaya membentuk sekolah yang tanggap terhadap kebutuhan yang muncul dalam komunitas dan masyarakat, tidak hanya yang berkaitan dengan perubahan konteks dunia kerja maupun pekerjaan, tetapi juga memperhatikan masalah politis, kultural, dan perubahan sosial yang berlangsung. Kepemimpinan memegang peranan sangat penting dalam pengembangan sekolah secara keseluruhan. Oleh karena itulah untuk membangun kultur, kepala sekolah harus memberi perhatian terhadap aspek informal, aspek simbolik, dan aspek yang tak tampak dari kehidupan sekolah yang membentuk keyakinan dan tindakan tiap warga sekolah. Tugas kepala sekolah adalah menciptakan atau membentuk dan mendukung kultur yang diperlukan untuk menguatkan sikap yang efektif dalam segala hal yang dikerjakan di sekolah. Nah selain itu kita juga dapat mengetahui peran kepala sekolah yang berhasil dalam mengembangkan sekolah nya yaitu dia selalu memberikan contoh disiplin kepada warga sekolah, selalu hadir kecuali ada urusan penting, memberikan teguran dan sekaligus memberikan motivasi kepada warga sekolah apabila terjadi pelanggaran tata tertib sekolah, dan masih banyak contoh yang lainnya. Jadi kesimpulannya kultur sekolah merupakan budaya sekolah yang harus diperhatikan dan dikembangkan agar tercapainya tujuan yang hendak dicapai dalam suatu sekolah tersebut. Mungkin itu saja yang dapat saya jelaskan kurang lebih nya saya mohon maaf.... terima kasih udah singgah di blog saya.