Sistem Evaluasi Pembelajaran
Nama: Desi Mulia
Nim: 12001317
Prodi/Kelas:
PAI/4H
Makul: Magang 1
Sistem Evaluasi Pembelajaran
Bismillah.... Baik berjumpa lagi di blog saya kali ini saya
akan membahas atau menjelaskan sedikit mengenai apa sih yang di maksud dengan
sistem Evaluasi Pembelajaran? Nah jadi dari berbagai sumber yang saya ketahui
dan saya ketahui mengenai sistem Evaluasi Pembelajaran ini, evaluasi itu kan
suatu proses Pembelajaran yang dapat menentukan atau kita dapat mengetahui
sudah tercapai nya atau belum suatu pembelajaran. Oleh karena itu lah maka di
adakannya sistem evaluasi pembelajaran jadi di sini peserta didik di uji
kemampuan nya setelah mereka mendengar atau mempelajari materi yang sudah di
berikan oleh guru, selanjutnya guru dapat menilai atau mengevaluasi Peserta
Didik nya dengan cara memberikan beberapa soal untuk menguji kemampuan peserta
didiknya masing-masing, jika mereka sudah bisa menjawab pertanyaan atau soal
yang telah di berikan oleh guru Nya berarti pembelajaran yang sudah di
pelajarinya itu sudah difahami oleh anak peserta didik, jika sebaliknya apabila
peserta didik belum mampu atau bisa menjawab pertanyaan atau soal yang telah di
berikan kepada peserta didik maka anak tersebut belum mengerti atau faham
terhadap apa yang telah mereka pelajari. Nah dari berbagai sumber yang saya
ketahui pengertian evaluasi menurut para ahli yaitu salah satunya menurut Arikanto
, sistem evaluasi adalah sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh
mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan dapat tercapai
(Arikunto, 2016, hlm. 3). Selain itu pengertian dari sumber yang saya ketahui mengenai
sistem evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan
informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan.
Istilah evaluasi pembelajaran sering disamaartikan dengan ujian. Meskipun
sangat berkaitan, akan tetapi tidak mencakup keseluruhan makna evaluasi
pembelajaran yang sebenarnya. Ujian atau tes hanyalah salah satu jalan yang dapat
ditempuh untuk menjalankan proses evaluasi. Nah seperti berikut ini
1.
Tes,
Adalah istilah yang paling sempit pengertiannya dari keempat
istilah lainnya, yaitu membuat dan mengajukan sejumlah pertanyaan yang harus
dijawab. Sebagai hasil jawabannya diperoleh sebuah ukuran (nilai angka) dari
seseorang.
2.
Pengukuran,
Pengertiannya menjadi lebih luas, yakni dengan menggunakan
observasi skala rating atau alat lain yang membuat kita dapat memperoleh
informasi dalam bentuk kuantitas. Juga berarti pengukuran dengan berdasarkan
pada skor yang diperoleh.
3.
Evaluasi,
Adalah proses penggambaran dan penyempurnaan informasi yang
berguna untuk menetapkan alternatif. Evaluasi bisa mencakup arti tes dan
pengukuran dan bisa juga berarti di luar keduanya. Hasil Evaluasi bisa memberi
keputusan yang profesional. Seseorang dapat mengevaluasi baik dengan data
kuantitatif maupun kualitatif.
4.
Asesmen,
Bisa digunakan untuk memberikan diagnosa terhadap problema
seseorang. Dalam pengertian ia adalah sinonim dengan evaluasi. Namun yang perlu
ditekankan di sini bahwa yang dapat dinilai atau dievaluasi adalah karakter
dari seseorang, termasuk kemampuan akademik, kejujuran, kemampuan untuk
mengejar, dan sebagainya.
Selain itu evaluasi
juga berfungsi sebagai pembuat keputusan. Proses evaluasi bukan sekedar
mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan
(Cornbach dan Stufflebeam dalam Arikunto, 2016, hlm. 3).
Selanjutnya,
tujuan evaluasi dalam pembelajaran menurut
Nana Sudjana (2017, hlm. 4) adalah sebagai berikut.
1.
Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa
sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang
studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya.
2.
Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan
pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah
tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.
3.
Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni
melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan
pengajaran serta strategi pelaksanaannya.
4.
Memberikan pertanggungjawaban dari pihak sekolah
kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Selain berbagai tujuan, pentingnya evaluasi dalam
pembelajaran dapat dilihat dari fungsi atau kegunaan yang dimilikinya. Menurut
Arifin (2017, hlm. 15) fungsi atau kegunaan yang dimiliki oleh evaluasi
pembelajaran adalah sebagai berikut.
1.
Fungsi formatif,
Yakni untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar
untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial jika
diperlukan bagi peserta didik.
2.
Fungsi sumatif,
Yaitu menentukan nilai kemajuan atau hasil belajar peserta
didik dalam mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan
kepada berbagai pihak, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus tidaknya
peserta didik.
3.
Fungsi diagnostik,
Yakni untuk memahami latar belakang meliputi latar
psikologis, fisik, dan lingkungan peserta didik yang mengalami kesulitan
belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan
kesulitan-kesulitan tersebut.
4.
Fungsi penempatan,
Yaitu menempatkan peserta didik dalam situasi pembelajaran
yang tepat (misalnya dalam menentukan program spesialisasi) sesuai dengan
tingkat kemampuan peserta didik.
Dilihat dari komponen pembelajaran, pendekatan evaluasi
dapat dibagi dua, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan sistem.
1.
Pendekatan Tradisional
Menurut Arifin (2017, hlm. 85-86) pendekatan evaluasi
tradisional berorientasi pada praktik evaluasi yang telah berjalan selama ini
di sekolah yang ditujukan pada perkembangan aspek intelektual peserta didik.
Aspek-aspek keterampilan dan pengembangan sikap kurang mendapatkan perhatian
yang serius. Dengan kata lain, peserta didik hanya dituntut untuk menguasai
mata pelajaran.
2.
Pendekatan sistem
Evaluasi pendekatan sistem adalah evaluasi yang dilakukan
melalui sistem atau totalitas dari berbagai komponen yang saling berhubungan
dan ketergantungan. Komponen evaluasi yang dimaksud meliputi komponen kebutuhan
dan feasibility, komponen input, komponen proses, dan komponen produk (Arifin, 2017, hlm. 86). Mudahnya pendekatan
ini tidak hanya mempertimbangkan penilaian kognitif atau penguasaan mata
pelajaran saja. Namun melibatkan seluruh komponen yang ada, misalnya keaktifan,
afeksi, karakter, atau berbagai komponen lain yang dibutuhkan dalam suatu
pembelajaran.
Menurut (Arikunto, 2016, hlm. 41) Teknik evaluasi dibagi
menjadi dua, yakni teknik tes dan teknik non-tes. Teknik tes ini seperti tes bentuk
uraian (esai), uraian terbatas, urian bebas, dan tes objektif.
Sedangkan teknik evaluasi non tes seperti yang di kemukakan oleh
Arikunto (2016, hlm. 41), seperti Skala Bertingkat, Angket, Daftar Cocok, Wawancara,
dan Pengamatan atau Observasi.
Nah itulah penjelasan mengenai sistem evaluasi pembelajaran pada
kali ini kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan sistem evaluasi pembelajaran
ini. Okey kawan kawan sampai jumpa pada blog saya selanjutnya nya....